Aurel Hermansyah Dibully, Anang Hermansyah Sejumlah Begini

Aurel Hermansyah Dibully, Anang Hermansyah Sejumlah Begini

–>

Suara. com kepala Anang Hermansyah tangan menanggapi atau menghakimi pelaku bully terhadap anaknya, Aurel Hermansyah. Karakter diketahui masih di bawah sempurna.

“Saya bilang tidak ada judgemen yang pantas, tidak ada yang kayak menjudgement itu, Aku sih nggak mau menanggapi hal itu, sebab memang bukan di situ permasalahannya, ” kata Anang Hermansyah dalam kawasan Pondok Indah, Jakarta Daksina, Rabu (12/8/2020) malam.

Banyaknya penggunaan akun buatan di media sosial membuat suami Ashanty ini tak bisa mendakwa sembarangan. Lantaran data yang dikantongi belum tentu akurat.

“Kita tidak bisa memastikan bahwa akun itu adalah akun yang tepat, akun dengan benar atau itu fake account. Aku nggak bisa berbicara banyak tentang hal itu karena dasar datanya, sangat masih tidak bisa dinyatakan itu benar, ” ungkapnya.

Unggahan Ashanty soal Aurel Hermansyah dibully. [Instagram/@ashanty_ash]

Lebih tinggi Anang menerangkan, satu-satunya yang bisa menghakimi pelaku cyber crime merupakan institusi berwenang. Sehingga ia tidak akan berkomentar sebelum mendapat petunjuk akurat.

“Karena yang bisa menyatakan tersebut benar nanti kalau memang pranata pemerintah yang memiliki alat yang lebih kuat dari manapun, ” jelasnya.

“Bahwa memang yang paling berkuasa adalah institusi pemerintah dalam mendeteksi permasalan ini dengan baik, maka aja judgement itu tidak layak dilakukan hari ini karena yang layak itu mungkin nanti lembaga cyber, ” sambungnya lagi.

Menurutnya, permasalahan tersebut bukan semata-mata menimpa Aurel Hermansyah saja. Banyak orang di luar sana yang mengalami hal seragam.

“Nggaklah yakin kalau dibilang ini cuma masalah Aurel tidak, ini urusan kita bersama, bahwa hal ini tidak boleh terjadi, meluas dalam negara kita yang memang 270 juta jiwa penduduk ini, memerlukan sarana komunikasi sosial media buat digunakan secara baik, ” ujarnya.

Bukannya menghakimi seseorang yang belum telihat wujudnya, Anang Hermansyah berharap terbuka dapat menggunakan media sosial lebih bijak.