Katon Bagaskara Persilakan Lagu KLa Project Dicover di YouTube

Katon Bagaskara Persilakan Lagu KLa Project Dicover di YouTube

–>

Pandangan. com – Akhirnya sempat menjadi heboh soal mencover lagu tanpa izin dan diunggah di YouTube. Pelaku terancam azab tiga tahun penjara dan kompensasi hingga Rp 500 juta.

Kabar tersebut pun menjadi perbincangan dan perdebatan yang hangat di media massa. Banyak pihak yang setuju, namun tidak sedikit yang menganggap kelewatan.

Salah utama musisi yang menentang peraturan itu adalah Katon Bagaskara, vokalis band KLa Project.

Sebagai sikap penolakan, Katon Bagaskara mempersilakan lagu-lagunya dan selalu KLa Project untuk di-cover, semasa tidak untuk kepentingan komersil.

Logo YouTube 

“Gaees, kamu semua bebas buat mengcover semua lagu saya serta KLa di sosmed/ dunia internet. Tidak perlu minta izin, saya tidak akan menuntut apa-apa pokok kamu tidak mencuri lagu-lagu itu untuk kepentingan komersil. Selamat berekspresi yaa!!, ” tulis Katon Bagaskara di Twitter, baru-baru ini.

Undang-undang tengan Hak Cipta kembali ramai setelah baru-baru ini sejumlah musisi serta praktisi hukum menggelar webinar berjudul Asosiasi Bela Hak Cipta, pada Jakarta, baru-baru ini.

Webinar itu dihadiri tiga musisi senior, Rhoma Aksen, Candra Darusman, dan Jimmy Manopo. Sedangkan dari praktisi hukum dihadiri oleh Edi Ribut Marwanto.

Candra Darusman & Rhoma Irama sepakat untuk menanggung Undang-Undang Hak Cipta. Meski sejenis, mereka juga sependapat agar undang-undang atau peraturan ini tidak menahan para musisi muda untuk berekspresi.

“Bukan untuk mengecilkan pecipta lagu, kami bicara jangan sampai over use. Istilahnya menggunakan senjata itu terlalu kuat, sehingga mematikan kreatvitas. Lengah tetap salah, tapi jangan datang anggota masyarakat yang berkreasi siap takut (melanggar hukum). Ini bakal mematikan dunia kreativitas, ” introduksi Candra Darusman.

Candra Darusman mengimbau, penyanyi yang ingin mencover sebuah lagak, sebaiknya meminta izin ke publisher.