Sudah Jadi Gelandangan dan Kuli, Pokok Awet Muda Kak Seto

Sudah Jadi Gelandangan dan Kuli, Pokok Awet Muda Kak Seto

Suara. com – Seto Mulyadi alias Kak Seto membeberkan alasannya tak pernah mengganti gaya bulu berponinya. Selama lebih dari 50 tahun, ia mengaku mempertahankan contoh rambut bob berponi samping itu.

“Dari muda dulu. Sudah 50 tahun ya. Sejak lulus SMA. Kecuali waktu diplonco di itu gundul, tapi pas numbuh ya sudah (model begini lagi), ” sebutan Kak Seto, saat ditemui pada kawasan Jalan Kapten P Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (16/12/2020).

Mengakui gaya bulu tersebut sebagai model yang lulus mudah ditata dan dirapikan, Kak Seto mempertahankan hal tersebut tenggat menjadi ciri khas. Apalagi, model rambut itu menamaninya sejak ia belum menjadi tenar seperti sekarang.

“Karena saya kan pernah ngerasain hidup maka gelandangan, jadi gembel di rekan, jadi tukang batu, pemulung, office boy sampai tujuh tahun oleh sebab itu pembantu rumah tangga (dengan rambut seperti itu), ” beber lelaki 69 tahun ini.

Baca Juga: Kak Seto Lindungi Anak Cucu Buah hati Rizieq yang Ikut saat Penembakan Polisi

Kak Seto [Suara.com/Ismail]
Kak Seto [Suara.com/Ismail]

Menurut Kak Seto, rambut hitam kuat tanpa rontok tersebut karena ia juga tak sungguh-sungguh stres menjalani hidup. Segala ragam proses ia lewati dengan syukur dan penuh nikmat.

“Tapi saya menikmati dengan senyum, bersyukur saja. Barangkali karena itu ya (rambut sehat awet muda). Kuncinya di situ ya, ” sambungnya.

Bagi Kak Seto, perjalanan hidupnya itu yang menjadikan dirinya awet muda.
Pasalnya meskipun hidup dengan bersusah payah,   Kak Seto  mengaku selalu bersyukur dan menikmati perjalanan hidupnya.

“Ya alhamdulillah sampai sekarang tulang juga masih kuat, dinikmati saja, ” sambung ayah empat anak.

Bahkan, di leler Kak Seto yang hampir menapak 70 tahun, rambutnya masih hitam tanpa uban. Diakui lelaki dengan sudah memiliki cucu itu dirinya juga tak terlalu beruban.

Baca Juga: Rahasia Rambut Ikonik Kak Seto Terbongkar, Tukang Cukurnya Ternyata dalam Bali

“Uban sih ada kurang, tapi dengan minyak kemiri & cem-ceman jadi kadang tumbuh uban sedikit disemprot udah gitu aja, ” tutur Kak Seto.